" Maju kena, mundur kena "
Ungkapan itulah yang saat ini yang menjadi gambaran nasib para pendidik (guru). Bagaimana tidak, sebagai orang yang diberi amanah di bidang pendidikan, guru bertanggung jawab untuk menjalankan peran dan tugasnya sebagai pendidik. Guru berperan untuk mendidik, mengajar, dan melatih.
Guru berperan sebagai pendidik, dalam hal ini guru harus memberikan nilai-nilai hidup kepada peserta didik, sehingga setelah menempuh pendidikan, para peserta didik sudah dibekali dengan moral yang baik. Kemudian guru juga harus berperan sebagai pengajar, artinya guru membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, sehingga setelah menempuh pendidikan, peserta didik dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas. Dan guru juga berperan untuk melatih peserta didik, artinya guru juga melatih keterampilan peserta didik, sehingga setelah menempuh pendidikan, peserta didik dibekali dengan berbagai keterampilan.
Selain harus menjalankan perannya, guru juga memiliki tugas yaitu sebagai fasilitator, yaitu
Menyediakan kemudahan bagi siswa. kemudian sebagai pembimbing,
yaitu Membantu siswa mengatasi kesulitan. Selain itu guru juga bertugas sebagai penyedia
lingkungan, yaitu Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Guru bertugas sebagai model,
yaitu Pemberi contoh kepada peserta didik. Kemudian sebagai motivator,
yaitu Penyemangat dan pembaharuan subjek didik. Guru bertugas sebagai agen perkembangan
kognitif, yaitu Menyebarluaskan ilmu dan teknologi kepada siswa. Terakhir guru bertugas sebagai manajer, yaitu
Memimpin kelompok di dalam kelas.
Dari paparan peran dan tugas guru tersebut menggambarkan betapa terorganisnya amanah yang diberikan kepada seorang guru. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang guru dalam mendidik, mengajar, dan melatih seorang peserta didik untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini. Seorang guruharus bekerja keras untuk mencapai hal tersebut, karena bukan cuma waktu dan tenaga yang harus dikorbankan, akan tetapi yang terpenting adalah rasa menyayangi peserta didik. Dari pengorbanan yang telah guru berikan, sudah selayaknyalah kita menghormati mereka para guru.
Bukan rahasia lagi kalau banyak dari guru di Indonesia ini yang bekerja tanpa digaji oleh pemerintah. pengorbanan yang mereka berikan untuk memajukan pendidikan bangsa ini harus mereka berikan tanpa pamrih. Namun hal itu bukan jadi penghalang bagi mereka, karena banyak diantara mereka sudah sangat menikmati profesinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa meskipun tidak diberi upah. Apakah sampai disitu saja? tidak !
Pengorbanan mereka masih berlanjut. guru yang dengan berbagai pengorbanan mereka, dengan tujuan mulia mereka, dan dengan kasih sayang mereka terhadap peserta didik, sudah selayaknyalah mereka dihormati oleh peserta didiknya. karena tanpa seorang guru mungkin seorang presiden tidak akan mampu mengatur suatu negara, mungkin seorang pilot tidak akan mampu menerbangkan pesawat, dan profesi-profesi lainpun berawal dari seorang guru. Namun, mereka yang harusnya dihormati malah sebaliknya. Banyak kasus yang terdengar oleh kita bagaimana seorang peserta didik melecehkan gurunya, melawan gurunya, dan bahkan membunuh gurunya. Rasa hormat kepada guru itu semakin menghilang. Selain itu, orang tua peserta didikpun yang seharusnya mendukung dan membantu guru dalam mendidik anak malah mulai tidak menghargai pengorbanan seorang guru. Akhir-akhir ini banyak kasus-kasus guru dipenjarakan karena "mencubit" siswanya yang bersalah, berlandaskan pada Undang-undang HAM, maka orang tua peserta didik dengan tega melaporkan guru ke pihak berwajib. Hal ini menjadikan banyak guru semakin dihantui rasa takut dalam menjalankan amanahnya, dan secara tidak langsung semakin membuat peserta didik dengan mudah "membusungkan dada" dihadapan gurunya, yang pada akhirnya akan melecehkan gurunya.
Situasi seperti inilah yang menjadikan sebuah "Dilema" bagi para pendidik, bagaimana tidak, di satu sisi mereka diberikan amanah untuk menjalankan peran dan tugasnya sebagai pendidik, namun di sisi lain mereka dihantui rasa takut dalam menjalankan amanah tersebut.
Dalam hal ini kita tidak mengatakan bahwa guru itu suci, guru itu tidak pernah salah, dan guru itu adalah segalanya. Mereka tetaplah manusia bisa. Namun, sebagai orang yang pernah memberikan kita pengetahuan (walaupun cuma satu atau dua ilmu), jika kita berposisi sebagai peserta didik, sudah selayaknyalah kita menghormati. Dan jika kita berposisi sebagai orang tua peserta didik, sudah selayaknyalah kita menghargai usaha guru dalam mendidik anak kita dan kita dukung guru sehingga antara guru dan orang tua sama-sama berkerja sama dalam mendidik peserta didik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar